MEMBANGUN IBADAH YANG MAMPU MENYENTUH SURGA DAN MENGGERAKKAN HATI BAPA SURGAWI

 

Berapa banyak ibadah dan doa-doa orang-orang Kristen yang hanya menyentuh langit-langit plafon gedung gereja? Lemah dan tidak ada kuasa yang dinyatakan. Ibadah mereka sama sekali tidak membawa dampak apapun dalam hidup mereka. Buah dari ibadah mereka nggak nampak. Mengapa? Karena kekristenan, ibadah mereka, doa mereka mereka tidak memiliki kekuatan untuk menyentuh dan menggerakkan surga untuk menyatakan kuasa. Apakah Anda juga mengalami hal yang sama?

Mulai halaman ini kita akan belajar bagaimana membangun ibadah / doa yang bisa menyentuh dan menggerakkan surga untuk mencurahkan kuasa.

1. Kita dipanggil untuk menjadi ‘serupa dengan Kristus’ ( I Yoh. 2:6; Kol. 1:28-29 ).

Roma 8:28-29

28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

I Yohanes 2:6

Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Kolese 1:28-29

1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

1:29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

2. Intim dengan Bapa adalah gaya hidup ‘Serupa Kristus’  yang harus kita teladani.

Yohanes 14:10

Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku (intim)

3. Intim dengan Bapa adalah tujuan utama ibadah.

Yohanes 4:22

Kamu menyembah apa yang tidak kamu ‘kenal’, kami menyembah apa yang kami ‘kena’l, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Kata kenal dalam ayat tersebut adalah mengenal melalui bergaul karib, melalui hubungan intim yang terjadi dalam penyembahan. Penyembahan itu adalah salah satu unsur dari gaya hidup ibadah.

Gereja-gereja di hari-hari ini membuat acara-acara ibadah yang hebat-hebat dengan istilah-istilah yang menarik, dengan acaranya yang dikemas apik, lengkap dengan segala macam fasilitas pendukung; musik, singers, song leader, pencahayaan, sound system yang super canggih, LCD, di dalam satu gedung mewah yang ful AC. Tetapi anehnya, orang-orang yang datang beribadah dalam gereja tersebut kok nggak berubah, kok biasa-biasa saja? Mengapa? Karena “ibadah” mereka hanya sebuah ritual acara yang dibikin semenarik mungkin. Perhatian umat hanya terfokus dan terpesona oleh acaranya yang hebat. Fokus perhatian mereka dicuri oleh suasana acara yang hanya bersifat entertaint. Akibatnya mereka kehilangan fokus kepada Tuhan, kehilangan perjumpaan dengan Tuhan, kehilangan keintiman dengan Bapa surgawi dalam ibadah tersebut.

Kita harus hati-hati karena di akhir zaman ada banyak acara gereja yang kelihatan “wah” buanget, tetapi di dalamnya sama sekali tidak ada KUASA IBADAH.

I Timotius 3:5

Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

APAKAH IBADAH ITU SESUNGGUHNYA?

Ibadah yang sesungguhnya adalah kita menempatkan diri dan selalu hidup di hadapan wajah Tuhan, di hadirat Tuhan, atau hidup dekat dan intim dengan Tuhan.

Bilangan 6:23-27

23 “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:

24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”

Dalam bahasa Ibrani kata “wajah Tuhan” dan “hadirat Tuhan” memakai kata yang sama yaitu PANIYM.

Jadi ibadah itu adalah hidup intim dengan Bapa, senantiasa hidup di hadapan wajah Tuhan atau di hadirat Allah, menikmati persekutuan yang akrab dengan Allah, menikmati pribadinya Tuhan, memandang wajah Tuhan, mengagumi wajah Tuhan… terpesona dengan wajah Tuhan… senang berada di hadapan wajahNya, dalam pelukanNya (intim).

Berapa banyak orang Kristen yang lebih terpesona dengan hal-hal sensasional seperti mujizat dan fenomena-fenomena spektakuler yang terjadi dalam sebuah kebaktian, tetapi tidak terpesona dengan Tuhan si pembuat mujizat yang dasyat itu? Maaf, orang yang mengalami mujizat belum tentu hidup bergaul intim dengan Tuhan.

4. Intim dengan Bapa dilakukan melalui bergaul karib bersahabat, dan berhubungan cinta dengan Bapa surgawi.

Bergaul karib terjadi melalui pertemuan-pertemuan, saling menyukai, saling cocok, saling membutuhkan, saling mengasihi, hidup dalam kebersamaan di saat suka maupun duka, saling berbagai rasa (curhat), saling cerita (ngobrol berdua) tentang beragai pengalaman yang dialami kedua pihak.

a. Bergaul karib (Mazmur 25:14)

TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia.

Takut akan Tuhan berarti selalu sadar akan hadirat Allah. Selalu sadar bahwa Tuhan itu hadir, Tuhan itu ada; maka timbul rasa takut dan hormat akan Tuhan. Hasilnya, Tuhan akan buka rahasia hatinya kepada kita. Kita akan memiliki hati yang mampu menangkap dan mengetahui rahasia Tuhan.

b. Menjadi sahabat ( Yohanes 15:13)

13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

c. Hubungan cinta

Yohanes 14:

21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

23 Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

Yohanes 17:

23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

I Korintus. 2:

9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

5. Intim dengan Bapa adalah cara untuk mengetahui perjanjian Tuhan atau kebenaran yang akan memerdekakan kita

Mazmur 25:14

TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

Yohanes 8:32

dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

6. Intim dengan Bapa (menyentuh surga) mengubah hidup kita menjadi seperti Dia / serupa Kristus.

Inilah tujuan utama kekristenan, membentuk kembali gambar Allah yang telah rusak oleh kejatuhan manusia dalam dosa!

I Korintus 6:

17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

II Korintus 3:

17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

7. Intim dengan Bapa (menyentuh surga) memberi kesempatan Allah bekerja melalui hidup kita.

a. Yohanes 14:

10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

b. Yohanes 5:

19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. 20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. AMIN.

APA YANG HARUS KITA PRAKTEKKAN DARI FIRMAN TUHAN DI ATAS

1. Bangunlah persahabatan dengan Tuhan dengan selalu bercakap-cakap dengan Tuhan di setiap saat.

2. Tingkatkan pengenalan akan Tuhan melalui bergaul karib dengan Tuhan. Sediakan banyak waktu untuk selalu menikmati kebersamaan dengan Tuhan dengan cara melibatkan Tuhan dalam seluruh aktivitas hidupmu, 1×24 jam setiap hari.

3. Sediakan waktu-waktu sepecial untuk berdua dengan Tuhan tanpa diganggu oleh aktivitas apapun, selain hanya untuk bercengkrama / bermesraan dengan Tuhan.

4. Bangun hubungan cinta dengan Tuhan seperti sepasang kekasih.

5. Lakukan percakapan 2 arah dengan Tuhan dengan cara mempraktekkan doa 2 arah, kita bicara kepada Tuhan, kemudian kita diam, tenang, fokus, dan rasakan, bahkan berlatih mendengar / menangkap pesan Tuhan melalui sepata kata singkat, atau melalui impresi / perasaan langsung yang bisa di rasakan dalam hati, atau melalui penglihatan.

Amin.

This entry was posted in Intim Dengan Allah and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s